Lembur dalam pekerjaan penuh waktu - penyelesaian dengan karyawan

Melayani

Kerja lembur adalah pekerjaan yang dilakukan melebihi standar waktu kerja yang berlaku bagi karyawan, serta pekerjaan yang dilakukan melebihi perpanjangan waktu kerja harian akibat sistem dan jadwal waktu kerja yang berlaku. Bagaimana cara mengatasi lembur yang dilakukan oleh seorang karyawan? Mari kita periksa.

Kapan kerja lembur diperbolehkan?

Kerja lembur sebagaimana diatur dalam Pasal 151 Kode Perburuhan dimungkinkan bila perlu untuk melakukan operasi penyelamatan untuk melindungi kehidupan atau kesehatan manusia, melindungi harta benda atau lingkungan, atau menghilangkan kegagalan, atau bila ada kebutuhan khusus dari pemberi kerja. Menariknya, ketentuan ini tidak berlaku ketika karyawan dipekerjakan di tempat kerja di mana konsentrasi maksimum faktor berbahaya yang diizinkan terlampaui.

Lembur - batas tahunan

Jumlah jam kerja lembur sehubungan dengan kebutuhan khusus pengusaha tidak boleh melebihi 150 jam dalam satu tahun kalender untuk seorang karyawan individu.

Namun, dalam perjanjian kerja bersama atau dalam peraturan kerja atau dalam kontrak kerja, jika majikan tidak tercakup dalam perjanjian kerja bersama atau tidak diwajibkan untuk membuat peraturan kerja, diperbolehkan untuk menetapkan jumlah jam kerja lembur yang berbeda.

Tunjangan lembur

Kode Perburuhan juga mendefinisikan aturan remunerasi dalam hal kerja lembur.

Selain remunerasi normal, karyawan berhak atas tambahan sebesar:

1,100% dari remunerasi - untuk kerja lembur untuk:

  • di malam hari,
  • pada hari Minggu dan hari libur yang bukan merupakan hari kerja bagi karyawan, sesuai dengan jadwal waktu kerja yang berlaku padanya,
  • pada hari tidak bekerja yang diberikan kepada karyawan sebagai imbalan kerja pada hari Minggu atau pada hari libur umum, sesuai dengan jadwal waktu kerja yang berlaku untuknya,

2. 50% dari remunerasi - untuk kerja lembur yang jatuh pada hari selain yang ditentukan dalam poin di atas.

Hari libur dan lembur

Sebagai imbalan atas waktu kerja lembur, majikan, atas permintaan tertulis dari pekerja, dapat memberinya jumlah waktu istirahat yang sama.

Pemberian waktu istirahat dengan imbalan kerja lembur juga dapat dilakukan tanpa permintaan karyawan. Dalam hal demikian, pemberi kerja memberikan cuti kerja, selambat-lambatnya pada akhir jangka waktu penyelesaian, dalam jumlah 50% lebih tinggi dari jumlah jam kerja lembur, namun hal ini tidak mengurangi upah yang harus dibayarkan kepada pekerja. untuk waktu kerja bulanan penuh.

Dalam kedua situasi di atas, karyawan tidak berhak atas tunjangan kerja lembur.