Koreksi pajak masukan dan pengunduran diri dari pembebasan PPN

Pajak Layanan

Seringkali, wajib pajak yang berhak atas pembebasan PPN secara sukarela mengundurkan diri darinya. Keputusan ini menghasilkan kemungkinan untuk menyesuaikan PPN masukan atas pembelian yang dilakukan sambil mendapatkan keuntungan dari pembebasan tersebut, tetapi itu hanya mungkin dalam situasi yang ditentukan secara ketat dengan batas waktu. Pasal tersebut menjelaskan dalam hal apa penyesuaian pajak masukan dapat dilakukan setelah pengunduran diri dari pembebasan PPN.

Koreksi pajak masukan setelah pengunduran diri dari pembebasan PPN

Kemungkinan untuk memperbaiki PPN masukan setelah mengundurkan diri dari pembebasan PPN adalah situasi yang menguntungkan bagi pengusaha, karena berdasarkan Art. 91 paragraf. 7b Undang-Undang PPN memungkinkan pengurangan pajak atas pembelian yang dilakukan pada periode ketika hak untuk melakukannya tidak berhak atasnya, asalkan hanya melakukan kegiatan kena pajak.

Pasal 91 detik. 7b sehubungan dengan candaan. 91 paragraf. 1-6 UU PPN

Ketentuan ayat 1. 1-6 berlaku mutatis mutandis dalam hal Wajib Pajak berhak mengurangi jumlah pajak yang terutang dengan seluruh jumlah Pajak Masukan atas barang atau jasa yang digunakan olehnya dan melakukan pengurangan atau tidak memiliki hak tersebut. , dan kemudian hak untuk mengurangi jumlah pajak telah berubah karena jumlah pajak masukan atas barang atau jasa ini.

Namun, peraturan ini berlaku untuk aset tertentu, yaitu:

  • aset tetap dan aset tidak berwujud serta tanah dan hak guna pakai selamanya atas tanah, jika telah diklasifikasikan sebagai aset tetap atau aset tidak berwujud pembeli dengan nilai awal melebihi PLN 15.000;

  • aset tetap dan aset tidak berwujud serta tanah dan hak guna pakai selamanya atas tanah, jika telah diklasifikasikan sebagai aset tetap atau aset tidak berwujud pembeli dengan nilai awal tidak melebihi PLN 15.000;

  • barang, bahan, bahan baku komersial.

Koreksi PPN masukan atas aktiva tetap

Seorang wajib pajak yang membeli suatu aset tetap pada periode di mana ia tidak berhak untuk memotong PPN masukan, dan kemudian memperoleh kembali hak ini sebagai akibat dari pengunduran diri dari pembebasan, memiliki pilihan untuk memperbaiki PPN setelah pendaftaran sebagai pembayar PPN aktif. Hal ini dimungkinkan hanya dalam situasi di mana masa koreksi belum berlalu dan jika aset tetap hanya akan digunakan dalam kegiatan kena pajak.

Metode koreksi PPN masukan atas aset tetap yang dibeli sebelum mengundurkan diri dari pembebasan PPN tergantung pada dua faktor:

  • nilai awalnya,

  • jenis aset tetap.

Aset tetap dengan nilai awal di atas PLN 15.000

Dalam hal aset tetap yang nilainya melebihi PLN 15.000, waktu yang berlalu dari saat aset tetap digunakan dan jenisnya adalah penting. Penyesuaian tersebut dilakukan dalam Surat Pemberitahuan yang disampaikan untuk masa pajak pertama tahun berikutnya setelah tahun pajak yang penyesuaiannya dilakukan dalam:

  • 5 tahun, dihitung dari tahun di mana aset tetap selain real estat dan hak pakai hasil abadi atas tanah mulai digunakan. Pada setiap tahun berikutnya, Wajib Pajak berhak mengoreksi 1/5 dari PPN Masukan;

  • 10 tahun dari tahun di mana real estat dan hak pakai hasil abadi tanah mulai digunakan. Pada setiap tahun berikutnya, wajib pajak dapat mengoreksi 1/10 dari PPN masukan.

Contoh 1.

Pada Januari 2018, wajib pajak mengundurkan diri dari pembebasan PPN. Pada tahun 2016, beliau membeli mesin produksi dengan nilai awal PLN 42.478,26 net + PLN 10.000 PPN. Oleh karena itu, setelah akhir tahun 2018, dapat meningkatkan nilai pajak masukan sebesar PLN 200 (⅕ dari PLN 10.000) dalam deklarasi PPN-7 Januari 2019. Pemotongan lebih lanjut juga akan dilakukan setelah akhir tahun 2020 dan 2021.

Jumlah yang akan dipotong harus dimasukkan dalam bagian D.3. dalam angka 47 dari pernyataan PPN-7.

Aset tetap dan peralatan dengan nilai awal di bawah PLN 15.000

Koreksi PPN Masukan atas aset tetap, yang nilai awalnya tidak melebihi PLN 15.000, dibeli sebelum pengunduran diri dari pembebasan PPN, dilakukan satu kali dalam pernyataan untuk periode dimulainya penghentian pembebasan subjektif. Pengurangan PPN atas jenis aset tetap ini hanya dimungkinkan jika 12 bulan belum berlalu dari akhir periode penyelesaian di mana mereka mulai digunakan.

Contoh 2.

Pada Januari 2018, wajib pajak mengundurkan diri dari pembebasan PPN. Pada Juli 2017, ia membeli printer senilai PLN 1.500 nett + PLN 345 ​​PPN. Oleh karena itu, ia akan dapat memotong seluruh nilai PPN (PLN 345) dalam deklarasi PPN-7 untuk Januari 2018.

Jumlah yang dihasilkan dari koreksi harus diisi pada bagian D.3. dalam angka 48 dari pernyataan PPN-7.

Barang komersial

Barang komersial, bahan baku dan bahan baku yang dibeli sebelum pembebasan pembebasan PPN juga dapat disesuaikan. Pengurangan PPN harus dilakukan seluruhnya pada SPT PPN pertama yang disampaikan setelah pembebasan pembebasan pada bagian D.3 butir 48.